• Jelajahi

    Copyright © Warta Aceh Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Techonlogy

    Azanuddin Kurnia Kembali Raih Penghargaan , Konsisten Dalam Memulihkan Perrtanian Aceh Pascabencana

    WARTA ACEH NASIONAL
    Senin, 31 Agustus 2026, Senin, Agustus 31, 2026 WIB Last Updated 2026-08-30T20:31:14Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    BANDA ACEH -Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU ASEAN Eng pada acara Hari Damai XXI di Gedung Balai Mueseuraya Aceh pada Sabtu 15 Agustus 2026 menerima penghargaan dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui Ketua BRA Jamaluddin, SH, M.Kn. Acara Hari Damai kali ini mengambil tema “Dignity, Justice, and Hope”.

    ‎Tadi malam, Azanuddin Kurnia kembali menerima penghargaan pada acara Serambi Award yang mengusung tema “Gebrakan Sang Pemimpin”, malam penghargaan Serambi Award 2026 dilaksanakan di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala pada Sabtu malam tanggal 29 Agustus 2026 berlangsung dengan meriah. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi bagi para tokoh dan lembaga yang dinilai memberikan dedikasi, terobosan, serta kontribusi bagi pembangunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan di Aceh.

    ‎Azanuddin Kurnia dianggap memiliki kontribusi penting dalam melakukan pemulihan sawah pasca bencana baik pada kategori sawah rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat. Rusak ringan dan rusak sedang Insya Allah ditangani langsung pada tahun ini dan diharapkan akhir tahun bisa selesai semua sekitar 40.852 ha.

    ‎ Azanuddin Kurnia merasa bersyukur atas penghargaan yang didapat sudah 2x dalam waktu yang berdekatan. Dia mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda Aceh, staf Distanbun, Kementan, Kabupaten/kota, para petani dan pekebun Aceh serta seluruh pihak yang sudah berkolaborasi selama ini dan untuk kedepannya. Apa yang saya lakukan adalah sesuai dengan arahan pimpinan untuk bisa mempercepat pemulihan pasca bencana khususnya pada sektor pertanian dan perkebunan. Terkhusus kepada Serambi Indonesia, saya tidak menyangka akan mendapatkan ini. Ini adalah Anugerah Sang Pencipta, tinggal kita lah yang harus tahu dan mampu menterjemahkan dalam bentuk rasa syukur dan bersabar ketika ditimba musibah.

    ‎Seperti diberitakan sebelumnya bahwa, Azanuddin Kurnia sering memberikan masukan untuk proses penangan sawah rusak berat melalui empat skema atau strategi. pertama lumpur di sawah dimanfaatkan sebagai bahan galian C untuk berbagai proyek pemerintah ataupun lainnya. Kedua dengan menanam tanaman muda yang sesuai dengan kondisi lahan, seperti bawang merah, cabai merah, jagung, ubi kayu, sayuran ataupun tanaman lain yang disukai oleh petani atau masyarakat. Hal ini sudah dilakukan oleh masyarakat seperti di Pidie Jaya, Aceh Tamiang dan lainnya. Tetapi konsep ini hanya bersifat sementara sambil menunggu sawah direhab untuk kembali kepada kondisi semula.

    ‎Ketiga dengan menjadikan material tersebut menjadi bahan baku untuk bata ringan atau bata merah. Kolaborasi yang selama ini dengan Forum Zakat, BRIN, Nurul Hayat dan USK perlu terus ditingkatkan dalam bentuk yang lebih luas Keempat dengan melakukan rehab sawah rusak berat untuk mengembalikan seperti sawah sebelum bencana.

    ‎Pada acara tersebut, Pemerintah Aceh menerima penghargaan pada ajang tersebut diberikan dalam kategori “Kolaborator Strategis dalam Penanganan Bencana di Aceh” dan diterima oleh Taufik, S.T., M.Si., selaku Plt. Sekda Aceh yang hadir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Selain Pemerintah Aceh, penghargaan juga diberikan kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam kategori “Pemimpin untuk Aceh Bangkit”. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, turut menerima penghargaan dalam kategori “Srikandi Pemulihan Aceh”.

    ‎Sejumlah pejabat lain juga menerima penghargaan pada ajang tersebut, di antaranya Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil), Ketua DPRA Zulfadhli, Kajati Aceh Teuku Rahmatsyah, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda serta sejumlah bupati dan wali kota dan tokoh maupun lembaga lainnya.

    ‎Pemimpin Redaksi (Pemred) Serambi Indonesia, Zainal Arifin M. Nur pada acara tersebut, mengatakan apresiasi ini bukan sekadar penghargaan simbolis, melainkan pengakuan atas ketangguhan Aceh dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir tahun lalu, serta dalam menata kembali kehidupan masyarakat di tengah tantangan ekonomi dan politik dunia yang penuh gejolak. Kami percaya bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keberanian mengambil langkah, ketulusan mengabdi, dan kebersamaan membangun harapan. “Oleh karena itu, tema ‘Gebrakan Sang Pemimpin’ kami pilih untuk menegaskan bahwa setiap pihak yang menerima penghargaan malam ini telah menunjukkan gebrakan nyata, baik dalam kebijakan, aksi lapangan, maupun solidaritas sosial,” ujarnya.

    ‎Sekda Aceh Taufik saat membacakan sambutan Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh memberikan apresiasi kepada Serambi Indonesia atas penyelenggaraan Serambi Award 2026. Menurut Gubernur, momentum tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai kerja dan pengabdian, sekaligus memberikan penghargaan kepada mereka yang telah memberikan arti bagi masyarakat.

    ‎Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, dalam menjalankan tugas tersebut, Safrizal menjadi salah satu penghubung dalam mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak bencana. Safrizal mengapresiasi penyelenggaraan Serambi Awards 2026.

    ‎Ia menilai media memiliki posisi penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama ketika daerah sedang menghadapi situasi bencana. Menurutnya, penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi bentuk pengakuan terhadap individu, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadirkan perubahan yang berdampak bagi masyarakat.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini