• Jelajahi

    Copyright © Warta Aceh Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Techonlogy

    Disdik Dayah Aceh dan Komisi VII DPRA Audiensi dengan Menteri Ekraf, Bahas Penguatan Ekonomi Dayah dan Expo Santri 2026

    WARTA ACEH NASIONAL
    Selasa, 08 September 2026, Selasa, September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-08T12:19:40Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini




    Jakarta - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh terus mendorong penguatan kemandirian dan pemberdayaan ekonomi dayah. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).


    Audiensi tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin Thahir, S.Pd.I., M.Pd.I., bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Anggota DPRA, Romi Syahputra.

    Pertemuan itu membahas sejumlah agenda strategis dalam upaya memperkuat peran dayah dan santri dalam pembangunan ekonomi kreatif, di antaranya pemberdayaan ekonomi dayah, persiapan peringatan Hari Santri Tahun 2026, serta rencana pelaksanaan Expo Santri 2026.

    Pengembangan dan pemberdayaan ekonomi dayah menjadi salah satu fokus utama dalam audiensi tersebut. Dayah diharapkan tidak hanya terus menjalankan perannya sebagai pusat pendidikan, pembinaan keagamaan, dan pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai potensi ekonomi produktif yang dapat melibatkan para santri.

    Menurut pandangan yang berkembang dalam pertemuan tersebut, lingkungan dayah memiliki potensi besar untuk melahirkan berbagai karya kreatif dan inovatif. Melalui pengembangan ekonomi kreatif, para santri diharapkan dapat memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengasah keterampilan, meningkatkan kreativitas, serta membangun jiwa kewirausahaan.

    Berbagai potensi yang dimiliki santri dan dayah tersebut selanjutnya dapat diarahkan menjadi kegiatan ekonomi produktif yang tidak hanya memberikan nilai tambah bagi lembaga pendidikan dayah, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Selain membahas pemberdayaan ekonomi dayah, audiensi tersebut juga menyoroti persiapan peringatan Hari Santri Tahun 2026. Momentum Hari Santri dinilai memiliki arti penting dalam memperkuat peran, kontribusi, dan eksistensi santri dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, sosial, budaya, serta pembangunan ekonomi.
    Dalam kesempatan itu, turut dibahas rencana pelaksanaan Expo Santri 2026 yang diharapkan menjadi salah satu wadah strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi, kreativitas, inovasi, serta produk unggulan yang dihasilkan oleh para santri dan dayah di Aceh.

    Expo tersebut nantinya diharapkan mampu membuka peluang promosi yang lebih luas bagi produk dan karya santri. Dengan dukungan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, produk-produk unggulan dari lingkungan dayah diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat lokal dan regional, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menembus pasar yang lebih luas.

    Melalui pertemuan ini, Dinas Pendidikan Dayah Aceh bersama Komisi VII DPRA berharap dapat membangun kolaborasi yang semakin kuat dengan Kementerian Ekonomi Kreatif RI dalam pengembangan kapasitas, kreativitas, dan kemandirian ekonomi dayah.

    Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dinilai menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki dayah dan para santri. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, dayah diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan baru dalam pengembangan ekonomi kreatif sekaligus melahirkan generasi santri yang kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing.

    Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjadikan potensi pendidikan dayah sebagai salah satu kekuatan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pembangunan Aceh secara berkelanjutan.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini