Aceh Besar – Komitmen sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam membangun kemandirian masyarakat kembali diperkuat melalui Forum Konsultasi Masyarakat (FKM) Program Pemberdayaan Masyarakat PT Solusi Bangun Andalas (SBA).Forum strategis yang digelar di Andalas Hall, Lhoknga tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, PT SBA, tokoh masyarakat, dan mitra CSR untuk membahas kebutuhan riil masyarakat di Kecamatan Lhoknga dan Leupung.Turut hadir Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) diwakili Kepala Bappeda Aceh Besar Agus Husni, SP. Jajaran penting Pemkab Aceh Besar yang hadir langsung di forum tersebut adalah Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Ns. Rina Karmila, S.Kep., M.Kep, Kepala DPMPTSP Andria Shahputra, Kabag Kesra, Forkopimcam Lhoknga-Leupung, para Imum Mukim, Forum Keuchik, serta mitra CSR seperti Rumah Amal USK, Rumah Zakat, Rumoh Pangan Aceh dan Islamic Relief.Dari pihak perusahaan, hadir langsung General Manager PT SBA R. Adi Santosa bersama General Affairs & Community Relations Manager Tafaul Rijal beserta jajaran.CSR Harus Berbasis Pemberdayaan, Bukan Sekadar Bantuan Dalam sambutan Bupati Aceh Besar yang dibacakan Kepala Bappeda Agus Husni, Pemkab Aceh Besar menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen PT SBA yang selama ini telah menyentuh berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial keagamaan hingga peningkatan kapasitas masyarakat."Pengembangan UMKM, kelompok usaha, pertanian, peternakan, perikanan, pendidikan dan keterampilan kerja perlu terus diperkuat sesuai potensi wilayah. Keberadaan perusahaan di tengah masyarakat harus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan," ujar Agus Husni.Pemkab Aceh Besar mendorong agar program CSR PT SBA terus diarahkan dari sekadar pemberian bantuan menuju pemberdayaan dan kemandirian masyarakat yang berkelanjutan.Peran Strategis Kadinkes Rina Karmila: Kawal CSR Kesehatan yang Tepat SasaranKehadiran Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Ns. Rina Karmila, menjadi sorotan penting dalam FKM tersebut. Sebagai leading sector kesehatan, Dinkes Aceh Besar memastikan bahwa program CSR PT SBA di bidang kesehatan benar-benar menjawab persoalan kesehatan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.Di Lhoknga dan Leupung, isu kesehatan seperti pencegahan stunting, GERMAS, kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan kader posyandu menjadi fokus utama yang disinergikan antara Dinkes Aceh Besar dengan program CSR PT SBA melalui Program Gema Berseri (Gerakan Masyarakat Sehat). Rina Karmila menegaskan bahwa Pemkab Aceh Besar tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi mengawal secara teknis agar setiap program CSR kesehatan PT SBA selaras dengan program prioritas nasional dan daerah, tepat sasaran, dan berkelanjutan."Sinergi ini penting. Kami dari Dinas Kesehatan siap berkolaborasi memastikan program CSR kesehatan PT SBA seperti pemberian makanan tambahan, dukungan imunisasi, dan pemberdayaan kader benar-benar menurunkan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Lhoknga-Leupung," ujar Rina Karmila di sela-sela . Komunikasi Terbuka Adalah KunciGeneral Manager PT SBA, R. Adi Santosa, mengatakan komunikasi yang terbuka dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan."Forum Konsultasi Masyarakat bukan hanya menjadi forum penyampaian informasi, tetapi juga wadah penting untuk mempertemukan pemerintah, perusahaan, masyarakat, akademisi, serta penerima manfaat program CSR SBA. FKM menjadi forum resmi dan bentuk transparansi untuk memastikan program CSR yang dijalankan efektif dan efisien," ujar Adi Santosa.Dengan terselenggaranya FKM 2026 ini, diharapkan kolaborasi harmonis antara PT SBA yang merupakan bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar semakin kuat dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.

.webp)
