
BIREUEN – Kabar baik bagi masyarakat Aceh. Jalur vital nasional lintas timur Medan – Banda Aceh kembali pulih 100% setelah Jembatan Permanen Krueng Tingkeum / Jembatan Kuta Blang di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen resmi dibuka untuk lalu lintas umum pada Minggu, 20 September 2026.
Jembatan ini sebelumnya putus total akibat bencana hidrometeorologi banjir bandang pada 26 November 2025. Putusnya jembatan menyebabkan antrean panjang kendaraan mengular di jalur nasional, yang oleh masyarakat sempat dijuluki "Selat Hormuz"-nya Aceh karena sistem buka-tutup yang harus diberlakukan.
DARI JEMBATAN BAILEY KE JEMBATAN PERMANEN
Untuk menjaga konektivitas, pemerintah melalui BPJN Aceh memasang Jembatan Bailey sebagai penanganan darurat yang difungsikan sejak 27 Desember 2025.
Setelah hampir 10 bulan mengandalkan jembatan sementara, kini jembatan permanen telah rampung. Jembatan Bailey akan segera dibongkar.
DATA TEKNIS JEMBATAN BARU:
• Nama: Jembatan Krueng Tingkeum / Jembatan Kutablang (Duplikasi / Kembar)
• Lokasi: Ruas Jalan Kota Bireuen – Batas Bireuen/Aceh Utara, Kec. Kutablang, Kab. Bireuen
• Panjang: 149,7 Meter
• Struktur: Baja Girder
• Pelaksana: PT Adhi Karya (Persero) Tbk – Kementerian PU melalui BPJN Aceh
• Nilai Kontrak: Rp 107,5 Miliar
• Status: Telah melalui Uji Beban Statis dan Dinamis, dinyatakan laik fungsi untuk kendaraan berat / logistik
• Fungsi: 2 Lajur penuh, tanpa sistem buka-tutup lagi
Jembatan ini adalah jembatan pertama dari 7 jembatan prioritas yang putus akibat banjir 2025 yang berhasil dirampungkan. Enam jembatan lainnya meliputi: Jembatan Teupin Mane (Bireuen–Bener Meriah), Jembatan Wehni Kulus, Jembatan Enang-Enang di lintas tengah, dan 3 jembatan lainnya di jalur lintas terdampak.
Kepala Satker PJN Wilayah I Aceh, Riski Anugrah, mengatakan:
"Secara fisik pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum sudah 99% dan pengaspalan terakhir selesai 16 September 2026. Yang tidak kalah penting, jembatan ini telah melalui uji beban statis dan dinamis sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan laik fungsi, termasuk untuk kendaraan dengan muatan berat."
Direktur Jembatan Kementerian PU, Gatot Sukmana, menambahkan desain dan konstruksi sudah dijaga mutunya oleh rekan-rekan BPJN Aceh dan sudah diuji beban.
APRESIASI PEMERINTAH DAERAH
Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh) menyampaikan apresiasi kepada Kepala Satgas PRR Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PU Dody Hanggodo.
"Dengan dibukanya Jembatan Krueng Tingkeum ini, kita berharap dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Kabupaten Bireuen dan Aceh yang sangat terdampak akibat bencana," ujar Bupati Mukhlis.
Wakil Gubernur Aceh menambahkan jalur ini merupakan urat nadi distribusi barang, hasil pertanian, dan kebutuhan pokok antara Aceh dan Sumatera Utara.
Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen mempercepat pemulihan 6 jembatan lainnya, dengan target selanjutnya Jembatan Teupin Mane di lintas Bireuen–Takengon KM 10 yang ditargetkan rampung satu bulan ke depan, lebih cepat dari target awal November/Desember 2026 untuk antisipasi curah hujan tinggi sesuai prediksi BMKG.

