• Jelajahi

    Copyright © Warta Aceh Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Techonlogy

    RSJ Aceh Edukasi Siswa MAN 1 Banda Aceh tentang Kesehatan Jiwa dan Tantangan Kesehatan Mental Remaja

    WARTA ACEH NASIONAL
    Jumat, 16 Oktober 2026, Jumat, Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T11:10:00Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Banda Aceh – Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh memfasilitasi kunjungan edukatif siswa MAN 1 Banda Aceh dari kelas XI-6 (IPA Bahasa) di Aula Malahayati RSJ Aceh, Rabu (14/10/2026).

    Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Anak Indonesia Sehat Jiwa, Hebat Akhlak dan Masa Depan” ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kesehatan jiwa, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang dekat dengan kehidupan remaja.

    Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSJ Aceh, Aisyah Djamil, S.Psi., Psikolog, dalam sambutannya mengajak para siswa untuk melihat secara langsung suasana dan pelayanan di RSJ Aceh. Ia juga menanyakan kesan para siswa saat pertama kali memasuki lingkungan rumah sakit.

    Menurutnya, suasana RSJ Aceh saat ini telah berkembang menjadi lebih nyaman dan tidak semenakutkan yang selama ini mungkin dibayangkan oleh sebagian masyarakat.

    Aisyah turut menjelaskan berbagai fasilitas dan pelayanan yang tersedia di RSJ Aceh. Ia juga menyampaikan bahwa RSJ Aceh memiliki dokter spesialis kedokteran jiwa konsultan adiksi yang disebutnya sebagai satu-satunya di Sumatera.

    Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti persoalan pasien yang telah dinyatakan sembuh secara klinis, tetapi belum dijemput oleh pihak keluarga meskipun telah dihubungi. RSJ Aceh berupaya membantu mengantarkan pasien kembali kepada keluarga agar proses pemulangan dapat terlaksana.

    Menurutnya, pasien yang telah memenuhi kriteria pemulangan tetapi belum dijemput dapat menambah beban pelayanan rumah sakit. Ia mengungkapkan bahwa pada periode sebelumnya jumlah pasien RSJ Aceh pernah mencapai sekitar 700 orang, ketika kapasitas tempat tidur masih berjumlah 354 tempat tidur.

    Selanjutnya, Kepala Instalasi Rawat Inap RSJ Aceh, Ns. Ramadhansyah Purnomo Iswa, S.Kep., M.Kep., memberikan edukasi mengenai kesehatan mental dan berbagai persoalan yang dapat dialami oleh remaja dalam kehidupan sehari-hari.

    Ia menjelaskan bahwa masalah kesehatan jiwa tidak hanya berkaitan dengan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjalani perawatan di rumah sakit, tetapi juga dapat dialami oleh siapa saja.

    Dalam pemaparannya, ia menyinggung kebiasaan penggunaan telepon genggam secara berlebihan, seperti langsung memeriksa ponsel setelah bangun tidur, terus-menerus menggulir media sosial, hingga merasa gelisah ketika tidak dapat mengaksesnya. Ia mengajak para siswa untuk lebih menyadari pola penggunaan gawai dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

    Ramadhan juga menegaskan bahwa kesehatan mental bukan sekadar persoalan sakit atau tidak sakit. Kesehatan mental berperan dalam membantu seseorang mengelola emosi, menghadapi tekanan, belajar secara optimal, serta membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

    Ia turut menyampaikan bahwa menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar satu dari tujuh remaja berusia 10–19 tahun di dunia mengalami kondisi kesehatan mental atau gangguan jiwa.

    Lebih lanjut, ia menguraikan empat hal yang dekat dengan kehidupan siswa saat ini, yaitu media sosial, cyberbullying, tekanan akademik, dan pentingnya mencari pertolongan ketika menghadapi masalah kesehatan mental.

    Melalui materi tersebut, para siswa diharapkan mampu mengenali tantangan kesehatan mental yang mereka hadapi, menggunakan media sosial secara bijak, menghadapi tekanan akademik dengan cara yang sehat, serta tidak ragu mencari bantuan ketika membutuhkan dukungan.

    Setelah mengikuti sesi edukasi di Aula Malahayati, para siswa melanjutkan kunjungan ke ruang rawat inap Balee Anggrek dan Seulanga. Di kedua ruangan tersebut, para siswa mengikuti sesi berbagi pengalaman dan berinteraksi dengan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan empati dan kepedulian sosial sekaligus memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa pasien gangguan jiwa tetap memiliki hak untuk dihormati dan diperlakukan secara manusiawi.

    Rangkaian kunjungan edukatif ditutup dengan foto bersama. Melalui kegiatan ini, RSJ Aceh berharap para siswa semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan jiwa, membangun kebiasaan hidup yang sehat secara mental, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama tanpa stigma dan diskriminasi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini