
BANDA ACEH – Ketahanan pangan bukan sekadar wacana, tetapi harus menjadi aksi nyata yang didukung kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama lintas sektor.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Kepala SMK-PP Negeri Saree, Dr. Muhammad Amin, SP., MP., Gr, dalam Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Pangan dan Industri Padat Karya yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Karya Prima Persada pada Rabu, 22 Oktober 2026, di Gedung Sterdam Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh.
FGD ini dihadiri oleh unsur TNI, akademisi, praktisi industri, dan lembaga pendidikan vokasi sebagai ruang strategis untuk menggali peluang dan merumuskan langkah kolaboratif dalam mendukung pembangunan yang produktif dan berkelanjutan.
Adapun fokus diskusi meliputi lima sektor kunci, yaitu:
1. Pertanian – Pengembangan pertanian produktif dan modern
2. Peternakan – Penguatan rantai pasok ternak lokal
3. Pengolahan Limbah – Inovasi limbah menjadi nilai ekonomi
4. Pembinaan Desa – Pemberdayaan desa berbasis potensi lokal
5. Workshop Pabrikasi – Penguatan industri padat karya
Kepala SMK-PP Negeri Saree, Dr. Muhammad Amin, dalam forum tersebut menegaskan bahwa sekolah vokasi pertanian memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ketahanan pangan di daerah.
"Ketahanan pangan harus diterjemahkan menjadi program nyata yang membuka lapangan kerja dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Dari gagasan lahir kolaborasi, dari kolaborasi tumbuh inovasi, dan dari inovasi tercipta manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Dr. Muhammad Amin.
Ia menambahkan, partisipasi SMK-PP Negeri Saree dalam FGD ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan yang produktif, membuka peluang kerja, dan mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Aceh.
Sebagai sekolah vokasi di bawah Kementerian Pertanian, SMK-PP Negeri Saree terus berkomitmen mendukung penguatan sektor pertanian dan pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

