Aceh Tenggara, 7/9 — Upaya pemulihan infrastruktur sungai pascabencana terus dilakukan di sejumlah wilayah Aceh Tenggara. Di Desa Prapat Hulu, Kabupaten Aceh Tenggara, Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana meninjau hasil pekerjaan penanganan sungai yang telah diselesaikan. Penanganan ini diarahkan untuk memulihkan kondisi sungai sekaligus memperkuat perlindungan kawasan yang berada di sekitarnya.
BWS Sumatera I bersama PT Hutama Karya telah menyelesaikan pembangunan bronjong sepanjang 189 meter serta normalisasi dan pengalihan alur sungai sepanjang 200 meter. Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya untuk memperkuat tebing serta menata kembali alur sungai pada lokasi terdampak.
Penanganan ini diharapkan dapat mengurangi potensi gerusan dan luapan air yang berisiko mengganggu aktivitas masyarakat. Dengan kondisi alur sungai yang lebih tertata dan tebing yang lebih terlindungi, kawasan sekitar diharapkan menjadi lebih aman dan mendukung aktivitas warga.
Hasil pekerjaan di Prapat Hulu menjadi bagian dari langkah pemulihan sekaligus penguatan ketahanan infrastruktur sungai. Upaya tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.


